Diskon

Siapa yang tidak tertarik dengan diskon? Apalagi diskon sampai 70%, wow… biasanya tanpa pikir panjang langsung menyerbu semua barang-barang tersebut. Apalagi yang namanya perempuan, beuh… lihat harga miring dikit aja langsung ijo. Hehe…

Tapi bener loh, terkadang kalau ada diskon, tanpa kita pikirkan apa manfaatnya barang tersebut, langsung saja kita beli (eh, ke’nya pengalaman pribadi nih :p). Emang salah beli barang diskon? Ngga salah sih kalo emang ada manfaatnya. Tapi kalo kita memang tidak memerlukan barang tersebut, bukankah hanya akan membuang-buang uang saja? Lagipula yang namanya diskon itu…

Mau tahu fakta tentang diskon? Hm, fakta ini berdasarkan pengamatanku terhadap beberapa tempat perbelanjaan fashion yang cukup besar yang selalu memajang plang diskon. Tapi mungkin hal ini tidak berlaku di tempat lain.

1. Harga yang lebih tinggi

Terkadang, barang-barang yang di diskon harganya sudah dinaikkan. Seperti di sebuat tempat perbelanjaan yang berinisial B. Saat itu aku membandingkan harga pakaian di saat diskon dan saat harga normal, ternyata hanya selisih sedikit saja.

2. Barang (stock) lama yang tidak lolos Quality Control

Hm, kalau ini sih kalian juga pasti sudah tahu ya. Memang yang namanya barang-barang diskon itu biasanya barang lama, jadi harus hati-hati memilih barang diskon. Karena memang biasanya ada cacatnya juga. Terkadang ada cacat yang bisa terlihat dan ada juga yang tidak terlihat, biasanya baru disadari ketika sudah dibeli. Jadi sekali lagi, hati-hati ya😉

3. Kalimat marketing yang menyesatkan

Pernah baca kan pengumuman “diskon 50%+20%”? kalo menurut kalian jadi diskonnya berapa? 70%? Salah! Sebenarnya ada dua kali diskon. Yang pertama di diskon 50% setelah itu baru di potong lagi 20%. Kalau dibandingkan, jelas saja lebih besar diskon 70% daripada diskon 50%+20%. Mau bukti? Misalnya barang A harganya Rp100.000,- , kalau diskon 70% pasti harganya jadi Rp30.000,-. Nah, kalo 50%+20%? Yah, hitung saja. Diskon pertama jadi harganya Rp50.000,- dipotong lagi jadi harganya sekarang Rp40.000,-. Semakin tinggi harga barangnya, tentu selisihnya semakin besar. Jadi kalo ada diskon dengan kalimat-kalimat yang dirasa menyesatkan lebih baik ditanyakan dulu ke penjaganya, jangan sampai ketika di kasir kita terbengong-bengong heran atau marah-marah, gara-gara harga yang kita perkirakan setelah diskon tidak sesuai dengan nominal yang harus kita bayar. Apalagi kalau barang yang kita beli banyak🙂

4. Diskon bersyarat

“belanja Rp100.000,- dapat potongan 50%”, nah kalau yang ini juga pasti pernah kita lihat di beberapa tempat perbelanjaan kan? Hm, kalau yang seperti ini sih sangat membuat boros. Jadi kita melakukan dua kali pembelian. Pembelian pertama harga normal dengan nominal minimal belanja Rp100.000,- setelah itu barulah kita mendapat potongan 50% untuk pembelian kedua dan biasanya hanya berlaku bagi beberapa barang tertentu. Terkadang kalau tidak dipakai sangat disayangkan, tapi kalaupun digunakan itu hanya akan memboroskan uang saja. Sekali lagi ku katakan, jika memang barang itu kita perlukan, tentu tak masalah. Tapi ketika ternyata kita TIDAK membutuhkan barang-barang itu, sungguh sangat disayangkan kita menghambur-hamburkan uang. Bukankah lebih baik disedekahkan saja🙂

 

Yah, semuanya kembali pada diri masing-masing sih🙂. Tapi bukankah lebih baik jika kita lebih memperhatikan, apakah dengan adanya diskon itu benar-benar membuat kita HEMAT atau malah jadi BOROS. Jadi, berHATI-HATI saja ^__^

Posted on 30 September 2012, in my note. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: