Tentang seorang teman

Malam itu, tak biasanya pukul 22.40 aku sudah terlelap (biasanya sih tengah malam baru tidur, hehe). Dan tidak biasanya juga, suara sms masuk membangunkan tidurku, saat itu sekitar pukul 00.30. Setelah kubaca, ternyata sms itu berisi undangan pernikahan dari teman kerjaku dulu. Akhirnya ku balas sms nya dengan ucapan selamat. Dan masuklah sms kedua dari nya. Yang menyatakan bahwa tiga hari setelah pernikahannya, dia akan pergi ke Yordania karena calon suaminya sedang kuliah S2 disana. Tiba-tiba saja, aku mebayangkan sosok temanku itu, mengingatkanku pada masa-masa itu, saat kami menjadi rekan kerja. Dengan begitu saja perasaanku menjadi sedih…

Tempat yang akan dia tuju sangatlah jauh. Membuatku tak bisa lagi menemuinya dalam beberapa tahun ke depan. Pertemuan terakhir dengannya di bulan Ramadhan, saat acara perpisahan salah satu sahabatku yang akan pulang ke kampung halaman.

 

Kami bukan teman dekat, tapi pernah dekat saat menjadi rekan kerja. Kedekatan yang tercipta karena situasi dan kondisi kantor saat itu.

Dan entah kenapa, semua kenangan bersamanya teringat begitu jelas dalam benakku. Aku tidak tahu, apakah karena aku baru saja terbangun dari tidurku sehingga mempengaruhi pikiranku… Setelah dua jam, akhirnya aku bisa sedikit berpikir jernih. Jika itu untuk kebahagiannya, aku harus rela melihatnya pergi, karena dia pasti kembali. Jujur saja aku paling tidak suka perpisahan, dengan siapapun itu.

Seperti apa sosoknya ? Ah, awalnya aku mengira dia biasa saja. Tapi jika ku ingat-ingat lagi… dia orang yang baik, tipe sanguinis, pandai melucu, sangat memperhatikan teman, cara bicaranya blak-blakan, sangat hebat soal tawar menawar harga, berani tapi juga penakut🙂

 

Aku benar-benar ingat, saat pertama kali bertemu dengannya, saat terjadi konflik, saat sama-sama membuat blog untuk menghilangkan kejenuhan (blog ku yang dulu sudah ku hapus😦 ), mengikuti acara ultah DD, acara raker di garut, dan saat-saat terakhirnya di kantor. Banyak suka duka yang terjadi, walaupun kami hanya menjadi rekan kerja selama kurang lebih satu tahun. Dia juga salah satu teman yang sering ku ganggu dengan meneleponnya di tengah malam saat aku tak bisa tidur ketika berada di luar daerah🙂

Ah, akhirnya hingga pagi menjelang aku tak bisa tidur lagi…

Sumayah, selamat berbahagia… mungkin inilah saatnya kau memetik hasil dari segala jerih payahmu selama ini. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah. Amin🙂

Posted on 17 Oktober 2012, in my note. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: